Friday, March 5, 2004



Mau bacaan ringan, yang nggak harus mikir? Coba baca Confessions of a Shopaholic, Shopaholic Takes Manhattan, & Shopaholic Ties The Knot. Udah setaun ini aku tergila-gila sama satu seri novel (yang terdiri dari 3 buku) karya Sophie Kinsela, tentang seseorang yang gila belanja. Saking gilanya, si Rebecca Bloomwood ini selalu menemukan dirinya terjebak dalam lilitan hutang kartu kredit. Hal ini sangat bertolak belakang dengan pekerjaan awal Rebecca sebagai jurnalis keuangan. Secara tidak sengaja, Rebecca lalu mendapatkan pekerjaan sebagai penasihat keuangan di suatu acara talk show di televisi. Lalu Rebecca pindah ke New York, bekerja sebagai personal shoppers di Barneys. It's like mother ship's calling her home!

Tapi Rebecca juga selalu dapat mengatasi persoalan yang dia buat sendiri. Bahkan diceritakan bagaimana Rebecca menjual semua barang-barang-nya yang terdiri atas tas, sepatu, baju, bahkan komputer (yang semuanya bermerek!), demi melunasi hutang-hutangnya itu. Dan Rebecca selalu menyelesaikan masalahnya dengan sangat gaya. Diceritakan juga kalo si Rebecca terlibat hubungan asmara dengan Luke, bagaimana mereka bertemu, masa-masa Luke mengajak pindah Rebecca ke New York, & persiapan pernikahan Rebecca dengan Luke. Bayangin aja, ada 2 pesta pernikahan yang sedang direncanakan, tapi beda negara!

Dijamin bikin hati senang deh baca buku ini. Apalagi sekalian belajar belanja juga! Hehe.. Read it!

Wednesday, March 3, 2004

Buat yang pengen tau atau nggak nonton Indosiar kemaren,
ini secuplik daftar para pemenang The 76th Annual Academy Awards.

Actor In a Leading Role : Sean Penn in MYSTIC RIVER
Actor In a Supporting Role : Tim Robbins in MYSTIC RIVER
Actress in a Leading Role : Charlize Theron in MONSTER
Actress in a Supporting Role : Renee Zellweger in COLD MOUNTAIN
Directing : Peter Jackson in THE LORD OF THE RINGS: THE RETURN OF THE KING
Best picture : THE LORD OF THE RINGS : THE RETURN OF THE KING

But you can see all the winners in the web.

Tuesday, March 2, 2004

Dulu waktu aku masih SD, Babe pernah beliin aku buku yang isinya kisah travelling seorang profesor keliling dunia. Buku itu bener-bener menarik buat aku, sampe-sampe bukunya sendiri runyek-runyek. Karena seringnya dibaca sampe dibawa boker segala, hehe. Isi bukunya bukan melulu tentang negara yang dikunjungi oleh sang profesor, tapi juga mengupas soal makanan khas daerah setempat. Istri sang profesor ini dulu punya restoran ngetop, jagoan buat kue juga. Nama belakangnya Tanzil, tapi aku sendiri udah lupa judul & nama sang Profesor itu.

Kemaren waktu di Jakarta, Mbak Ira beliin aku buku berjudul Jalan Sutra, karangan Bondan Winarno, di QB Bookstore. Bukunya ternyata nggak beda jauh dari buku favoritku dari SD itu! Waa.. Sebenernya buku ini kumpulan tulisan Bondan Winarno di Kompas Cyber Media dengan judul yang sama. Bukunya sangat menarik, apalagi kalo udah mengupas soal makanan Jawa. Aku sampe laper berat waktu baca buku ini di kereta api menuju Bandung. Nothing compares to masakan Jawa! Mulai dari Soto, Pecel, Nasi Liwet, Rujak Cingur, Timlo, sampe Rawon. Pokoknya semua makanan Jawa aku pasti suka.

Ngomong-ngomong soal masakan Jawa, waktu resepsi pernikahannya Mas Luki kemaren aku sempet makan Selat Solo. Sejenis Bistik & Selada yang diberi kuah Semur & Mayonaise. Rasanya uenaaaaaaak! Aku sampe nambah 5 kali saking uenaknya. Katanya sih di Kusumasari ada menu ini, tapi aku berkali-kali makan di sana nggak pernah liat. Apa aku aja yang bloon? Hehe.. Ada yang punya resepnya??
Weh! Panas sekali hari ini. Serasa terpanggang dalam Timothy, waktu aku menuju rumahnya Amie. Edan! Setelah sekian lama ujan melulu akhirnya terik juga. Tapi apa daya? Hari ini aku nggak menjemur baju, hehe. Yang ada aku belanja mingguan di Giant. Tadinya sih berencana buat makan siang di Soto Jurang, tapi berhubung panas banget & kayaknya nggak cocok panas-panas malah makan soto panas, akhirnya kita pulang aja. Uedan tenanan!

Monday, March 1, 2004

Ah, akhirnya aku pulang juga. Aku dijemput Mbak Ira & Mas Yul, sekalian Mas Yul mau teken kontrak di Batavia Airlines. Gaya yee.. Mudah-mudahan cepet jadi captain ya Mas! Trus aku sering dibawain oleh-oleh, hehe. Eh, menurut kabar dari Mas Yul, akan ada jalur penerbangan Bandung-Kuala Lumpur dengan harga tiket.. Rp. 100.000,- !!! Ckckck, timpang sekali dengan harga fiskal yang musti kita bayar, sejuta bo'. Enak bener ya si Amie kalo bener ada jalur itu. Bisa sebulan sekali dia mengunjungi Azri. Andai di Malaysia bisa kawin beda agama..

Di stasiun dijemput iDo, langsung minta makan. Akhirnya kita berdua (yang udah sangat kelaperan) makan di Tamani Dago. Aku udah pesimis, nggak bakalan bisa ngabisin Beef Stroganof sendirian. Tapi ternyata.. Aku berhasil menghabiskannya! Kali karena laper berat ya? Hehe. Malemnya aku & iDo ke rumah Abi, ended up ngobrol sama si Bunda. Entah gimana, aku jadinya malah curhat panjang lebar sama Bunda, dari A sampe Z, termasuk soal Mama. Ternyata Bunda punya pemikiran yang aku sendiri takjub dengernya!

Menurut Bunda, aku termasuk anak yang kritis & sensitif. Untuk aku, setiap perbuatan & pikiran itu selalu beralasan, jadi selalu ada kata "Kenapa?" yang terlintas dalam pikiranku. Karena itu Mama (yang sebagai orang tua nggak bisa terlihat cacat di mata anaknya), ketakutan untuk terlihat lemah & tak berdaya. Mama cenderung membentuk benteng pribadi diluar dirinya, karena dia nggak mau ditanya-tanya "Kenapa?" sama aku. Sementara aku sendiri, yang selalu nggak dapet jawaban atas pertanyaan "Kenapa?" itu, membuat kesimpulan sendiri yang sebenernya nggak perlu. Karena kesimpulanku itu membuat aku sendiri membentengi diriku terhadap Mama. Jadi sampai kapanpun aku & Mama nggak akan pernah klop, sebelum kita berdua membuka benteng pribadi masing-masing. Yang mana hal ini lebih nggak mungkin terjadi, karena masing-masing sudah merasa dirugikan oleh yang lain.

Kedua, menurut Bunda, akibat dari perlakuan Mama terhadap diriku sewaktu bayi (yang menyebabkan aku keracunan air susu ibu sampe biru lebam, karena nggak bisa bernafas selama 8 jam!) membuat bawah sadarku mempertanyakan kasih sayang Mama. Kurangnya perhatian & belaian yang sebenernya sangat dibutuhkan oleh bayi, menyebabkan bawah sadarku menolak Mama. Karena menurut Bunda, saat anak berusia 0 sampe 5 tahun, saat yang kritis dalam pembentukan anak.

Weh! Aku sampe terbengong-bengong dengerin Bunda ngomong gitu. Bahkan Bunda minta aku bawa photo-nya Mami, untuk dilihat pribadi & pemikirannya yang asli. Boleh juga tuh Bunda! Kayaknya ngobrol selama 3,5 jam nggak kerasa, aku sampe sebel banget waktu iDo ngajak pulang, hehe.